Follow by Email

Minggu, 18 Maret 2012

Hubungan India Dan Indonesia





Hubungan atau kerja sama antara Indonesia dan India bisa disebut sudah cukup lama, bahkan mungkin sudah berabad-abad. Pengaruh India dalam bentuk budaya, bahasa, agama, dan sistem politik kerajaan masih bisa dilacak di Tanah Air. Maklum, bersama China, India merupakan negara besar dan berpengaruh di Asia Tenggara. Memasuki zaman modern, terutama ketika bangsa-bangsa Eropa berusaha menancapkan kuku kekuasaannya di Asia dan Timur Tengah, kerja sama Indonesia dan India juga relatif erat.
Indonesia dan India merasa senasib akibat penjajahan Eropa. Indonesia lama dijajah Belanda, dan India oleh Inggris. Selain kesamaan nasib di masa silam, Indonesia dan India banyak memiliki kedekatan dan persamaan budaya. Potensi pariwisata, investasi, dan kerja sama perdagangan bisa menjadi alat atau sarana bagi peningkatan kerja sama yang lebih erat. Di samping itu, potensi kemajuan India dalam beberapa dekade, terutama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan otomotif, dapat menjadi contoh bagi Indonesia.
Satu hal yang mungkin bisa ditiru dari kebiasaan dan budaya India, baik dari kalangan elite maupun pejabat, adalah kebiasaan sederhana, termasuk dalam menggunakan sarana dan fasilitas yang semestinya bisa lebih mewah jika mereka mau. Kemandirian yang terus dipegang teguh oleh pemimpin dan masyarakat India juga perlu ditiru sehingga negara ini tidak terlalu bergantung pada negara lain, misalnya dalam soal pangan, transportasi, dan basis kemajuan lainnya.
Dilihat dari sisi luas negara dan penduduk, India dan Indonesia hampir sama. Dua-duanya negara besar dengan jumlah penduduk yang juga sangat besar, namun belum maju seperti negara Eropa atau Amerika. Jumlah penduduk India saat ini sekitar 1,2 miliar jiwa, 300 juta di antaranya adalah kelas menengah dan atas. Mulai 1 Juni 2008, India mencanangkan diplomasi budaya dalam kedudukannya sebagai negara cultural superpower.






Kemajuan perekonomian India mengakibatkan terjadinya peningkatan pendapatan per kapita, munculnya kelas menengah baru, dan adanya peningkatan pola konsumsi masyarakat sehingga orang India dikenal sebagai big spender. Perkembangan seperti itulah yang perlu dicermati oleh Indonesia. Kembali soal kerja sama, para pemimpin Indonesia, mulai Presiden Sukarno, Soeharto, BJ Habibie, Megawati, hingga Susilo Bambang Yudhoyono, telah meneruskan kerja sama yang erat.
Presiden Yudhoyono, misalnya, sebelum kunjungan dalam kaitan menandatangani MoU dan peringatan Hari Kemerdekaan India tahun ini, yakni pada 2005, juga telah melakukan kunjungan kenegaraan. Pada kunjungan 21-24 November 2005, Presiden Yudhoyono bersama PM Manmohan Singh telah menandatangani Pernyataan Bersama yang dikenal dengan nama Joint Declaration between the Republic of Indonesia and The Republic of India.
Pernyataan bersama tersebut memuat kesepakatan kedua negara untuk membangun kemitraan strategis baru yang didasarkan pada kesamaan nilai-nilai, komitmen terhadap pluralisme demokrasi, serta supremasi hukum dan multilateralisme dalam hubungan internasional yang diharapkan dapat memperkuat dimensi hubungan bilaterial di sektor ekonomi, sosial, dan politik sehingga dapat melayani kepentingan rakyat kedua negara khususnya serta membantu meningkatkan kerja sama keamanan dan stabilitas regional.
Pada kunjungan kali ini pun, telah diteken sejumlah MoU di bidang ekonomi dan perdagangan. Total nilai investasi dalam MoU itu sekitar 15 miliar dollar AS, mencakup kerja sama di bidang infrastruktur, manufaktur, sumber daya alam, dan jasa. Investasi India di Indonesia nantinya lebih banyak dilakukan di luar Pulau Jawa. Dari berbagai data dan sumber, ternyata hubungan perdagangan Indonesia dan India mengalami peningkatan yang signifikan dalam kurun lima tahun terakhir.
Indikasi itu dapat terlihat pada 2005. Total nilai perdagangan kedua negara pada tahun itu mencapai 4 miliar dollar AS, dan pada 2010 diperkirakan mencapai 12 miliar dollar AS. Dengan gambaran singkat sejarah hubungan kedua negara dan kemajuan pesat, baik yang dialami Indonesia maupun India, sudah sepatutnya semua pihak memanfaatkan peluang kerja sama bilateral ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan bersama.  (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar